Ir Triwisaksana, M.Sc Bekerja Mencari Ridha Allah

Nilai-nilai Islam telah tertanam kuat dalam dirinya sejak kecil. Berbekal kecerdasan, kedislipinan dan pengalaman organisasi, ia siap bekerja untuk umat.

Pagi itu, Sabtu (11/6), mentari memancarkan cahayanya menembus pori-pori tubuh hingga badan terasa hangat dan segar. Pagi itu, di Auditorum lantai 3 Gedung LPMJ, Rawamangun, Jakarta para aktivis dakwah, khususnya yang berdomisili di wilayah Jakarta Timur, berkumpul. Mereka sedang menunggu kehadiran orang penting.

Selang beberapa waktu kemudian, dua orang laki-laki tinggi besar memasuki auditorium. Sambil mengucapkan salam dan menebar senyum, mereka menyalami para peserta. Keakraban ukhuwah Islamiyah benar-benar terasa saat itu.

Usai membuka acara, moderator mempersilakan salah satu di antara mereka berdiri di depan memberikan taujih (nasihat) kepada para peserta. Dengan bahasa yang mengalir lagi bernas, laki-laki ini menjelaskan tentang alasan dan pentingnya menjaga solidaritas umat dengan mengedepankan rasa saling menanggung (takaful) antar sesama umat.

“Dengan mengedepankan perasaan senasib dan sepenanggungan sesam Muslim, ukhuwah di antara kaum Muslim akan terjaga. Inilah yang menyebabkan orang-orang lain di luar Islam merasa iri dengan keutuhan dakwah Islam,” pesan laki-laki itu penuh harap.

Laki-laki yang santun tutur katanya itu adalah Ir Triwisaksana, M.Sc. Kiprah dakwah laki-laki kelahiran Jakarta, 37 tahun yang lalu tepatnya 9 Juli 1971, ini terbilang panjang. Sejak usia belia suami Lilia Sari dan ayah 4 orang anak masing-masing Maryam, Fatih, Sarah dan Khalid ini, telah bergelut di dunia para dai ini.

Sejak kecil, Bang Sani, panggilan akrabnya telah dibekali nilai-nilai Islam yang kuat oleh kedua orang tuanya. Seperti halnya orang tua di Betawi, mereka marah besar jika Sani meninggalkan kewajiban, seperti shalat dan puasa. Secara sadar kedua orang tuanya telah menanamkan nilai-nilai Islam yang kuat ke dalam diri sani.

Gemblengan kuat orang tuanya tersebut ternyata membawa hal positif bagi Sani. Selain disiplin tinggi, cerdas, ia juga menjadi sosok pemberani. Karena itu, sejak duduk di bangku sekolah menengah atas, Sani sudah menanamkan kecintaan pada organisasi.

Tak heran bila dirinya ikut aktif berkecimpung dalam organisasi kemahasiswaan Senat Mahasiswa Universitas Tri Sakti. Karena kedislipinan dan ketaatannya, ia diamanahi sebagai Ketua Rohani Islam di universitasnya.

Selain gemar bergelut dalam dunia organisasi dan kecintaaanya akan kegiatan keislaman, juga dikenal sebagai orang yang memiliki kecintaan yang tinggi pada ilmu pengetahuan.

Rasa hausnya akan ilmu, membawanya menapaki negeri Pangeran Charles, usai masa pendidikan S1-nya di Universitas Tri Sakti. Ia menimba ilmu di University of Birmingham, School of Electrical Engineering, Inggris.

Usai mengantongi gelar S2-nya dari negeri Pangeran Charles tersebut, Sani bersama rekan-rekannya, mendirikan sebuah organisasi yang bergerak di bidang pengembangan SDM Pemuda bernama RETAS Leadership Center.

Tak henti sampai disitu kiprah organisasi Sani. Pria yang mempersunting Lilia Sari pada tanggal 23 Juli 1994 ini, juga duduk sebagai Ketua Yayasan Aulia di Tangerang, yang memberi pelayanan pendidikan di tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Berbekal segudang pengalaman organisasi yang dikantonginya, membawa Sani menembus dunia kepartaian. Saat Partai Keadilan (PK) dideklarasikan dimasa pergantian kekuasaan Orde Baru, yang dikenal dengan era reformasi, pria berkaca mata minus ini, langsung dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum DPW PK DKI Jakarta.

Saat mendung menyelimuti Partai Keadilan karena terganjalnya electoral threshold, Partai Keadilan mengganti baju kebesarannya dengan PK Sejahtera (PKS). Sani pun diamanahkan sebagai Sekretaris Umum DPW PKS DKI Jakarta.

Dan partai dakwah ini pun terus melaju dengan kencang. Hasilnya, PKS berhasil memetik kemenangan gemilang di ibukota negara pada pemilu legislatif 2004. PKS berhasil mengantarkan 18 kader terbaiknya duduk di kursi DPRD DKI Jakarta.

Pada saat itu, Sani didaulat untuk menjadi Pelaksana Harian (Plh) DPW PKS DKI Jakarta, mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan dari H. Ahmad Heryawan Lc., yang mengemban amanah baru menjadi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta.

Lalu berturut-turut, Sani mengemban amanah baru. Pada Musyawarah Wilayah (Muswil) I PKS DKI Jakarta yang berlangsung di Hotel Century Park Senayan, memulai langkah awalnya sebagai Ketua DPW PKS DKI Jakarta untuk masa bakti 2006-2010.

Saat diawal terpilih sebagai Ketua Umum DPW PKS DKI Jakarta, beliau mengatakan bahwa memimpin sebuah partai politik di ibukota negara bukan perkara mudah. “Pekerjaan rumah menumpuk karena sebagai partai politik PKS”, ujarnya saat itu

Dalam pandangannya Jakarta yang sarat masalah, pusat keuangan, kota megapolitan yang sangat multi budaya, mengharuskan sebuah organisasi seperti partai politik mesti dipimpin secara kolektif. “Dan PKS bukanlah partai yang hanya bekerja lima tahunan atau menjelang kampanye saja,” lanjutnya.

Sani menganggap bahwa kebesaran Partai ini tak lepas pula dari peran kader yang cukup mendominasi kemajuannya, khususnya untuk wilayah DKI Jakarta.

Ada tiga hal yang dianggapnya sebagai kekuatan kader partai. Pertama, kekuatan moral. Kedua, kekuatan intelektual yang sebagian besar dimiliki kader PKS. Dan kekuatan ketiga menurut Sani adalah kekuatan perubahan yaitu kader yang berfungsi sebagai agent of change dari lingkup yang kecil sampai yang luas. “Inilah yang menjadi pilar utama kekuatan PKS di DKI Jakarta,” tegasnya.

Sani yang kini sebagai anggota legislatif DPRD DKI Jakarta menggantikan posisi yang ditinggalkan H. Ahmad Heryawan, Lc karena terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat menggantungkan obsesi yang besar dengan memberi kontribusi yang maksimal untuk kemaslahatan partai secara khusus dan masyarakat secara umum.

Dimanapun posisinya, kata Sani, tidaklah penting. Yang utama menurutnya adalah bekerja untuk mencari ridha Allah sebagai landasan menerima amanah yang kita emban.

Sumber : http://www.sabili.co.id/wawancara/ir-triwisaksana-m-sc-bekerja-mencari-ridha-allah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s